Pages

Good Bye Air Sadah



Ophi berencana menghabiskan liburan selama 3 hari di rumah neneknya di daerah Padalarang. Sejak kecil, ia memang sering menghabiskan liburan di sana. Meskipun di sana sangat menyenangkan, ada hal yang selalu bikin dia kesal, yaitu airnya. Air di sana sangat menyusahkan karna tidak mau berbusa kalau ditambahkan dengan sabun untuk mencuci ataupun mandi. Biasanya sih, airnya dipanaskan terlebih dahulu, barulah dipakai untuk mencuci, tetapi itu nggak praktis. Ophi kan pengen yang praktis..hu~

Kali ini, Ophi sudah punya persiapannya. Saat pelajaran kimia di sekolah, dia tahu kalau air di sana disebut air sadah. Jenis air ini mengandung banyak garam kalsium dan magnesium dari hidrogen karbonat dan sulfat. Cara menghilangkannya adalah dipanaskan sehingga hidrogen karbonat akan menjadi karbonat dan mengendap dalam bentuk kalsium karbonat.

Sebelum sampai Padalarang, dia mampir ke toko  bahan kimia dan membeli natrium karbonat(Na2CO3). Setibanya di sana, Ophi langsung menambahkan natrium karbonat ke gentong air raksasa di belakang rumah. Hasilnya muncul endapan-endapan putih dan terkumpul di dasar gentong. Endapan-endapan putih itu merupakan garam-garam karbonat dari kalsium atau magnesium.

Selama 3 hari itu, mereka tidak punya masalah dengan kesadahan air. Bahkan dia juga  menyarankan agar para tetangga neneknya memakai caranya tersebut. Sejak itulah, desa neneknya bebas dari air sadah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 komentar:

Arif Munandar mengatakan...

nice ya.. :)

Poskan Komentar